Dokumentasi Foto Tahun 1985
Situs Gilimanuk tidak dapat dilepaskan dari peran dan sekaligus pelopor penelitian situs ini, yaitu Prof. Dr. R.P. Soejono yang pada waktu itu menjabat sebagai Kepala Cabang Dinas Purbakala di Bedaulu, Bali. Informasi awal tentang keberadaan situs ini bermula dari hasil laporan para pekerja DPU pada 1961 yang sedang melakukan pembuatan jalan raya antara Gilimanuk – Singaraja (di Dukuh Cekik, sekitar 6 km dari Gilimanuk) di mana mereka menemukan sejumlah besar pecahan periuk (kereweng) dan beberapa beliung persegi. Atas dasar laporan tersebut, kemudian pada 1962 dilakukan penelitian penjajagan di sekitar Dukuh Cekik namun hasilnya dinilai kurang memuaskan, sehingga pada 1963 kemudian penelitian diperluas dan dialihkan ke daerah pinggiran pantai (teluk) Gilimanuk. Dari hasil penelitian tersebut telah ditemukan sejumlah fragmen tulang-tulang manusia dan hewan, berbagai macam kereweng berhias dan polos, serta benda-benda logam dan manik-manik yang didapatkan secara berserakan pada salah satu tebing pinggiran pantai yang sedang mengalami pengikisan (Soejono 1977).
Situs Gilimanuk tidak dapat dilepaskan dari peran dan sekaligus pelopor penelitian situs ini, yaitu Prof. Dr. R.P. Soejono yang pada waktu itu menjabat sebagai Kepala Cabang Dinas Purbakala di Bedaulu, Bali. Informasi awal tentang keberadaan situs ini bermula dari hasil laporan para pekerja DPU pada 1961 yang sedang melakukan pembuatan jalan raya antara Gilimanuk – Singaraja (di Dukuh Cekik, sekitar 6 km dari Gilimanuk) di mana mereka menemukan sejumlah besar pecahan periuk (kereweng) dan beberapa beliung persegi. Atas dasar laporan tersebut, kemudian pada 1962 dilakukan penelitian penjajagan di sekitar Dukuh Cekik namun hasilnya dinilai kurang memuaskan, sehingga pada 1963 kemudian penelitian diperluas dan dialihkan ke daerah pinggiran pantai (teluk) Gilimanuk. Dari hasil penelitian tersebut telah ditemukan sejumlah fragmen tulang-tulang manusia dan hewan, berbagai macam kereweng berhias dan polos, serta benda-benda logam dan manik-manik yang didapatkan secara berserakan pada salah satu tebing pinggiran pantai yang sedang mengalami pengikisan (Soejono 1977).
|
|
|||
|
|
|||
|
|
|||
|
|
|||
|
|
|||
|
|