Kamis, 28 Januari 2016

Galeri Foto Situs Prasejarah di Kec. Sintang

Galeri Foto di Kec. Sintang Kab. Pontianak Prop. Kalimantan Barat
Dokumentasi Tahun 1984
Tahun 1600 Raja Sintang mengirim utusan ke Banjarmasin melewati jalur sungai Katingan untuk menyalin Kitab Suci Al-Quran. Kontrak tahun 1756, Sultan Tamjidullah I dari Banjarmasin dengan VOC-Belanda mendaftarkan Sintang dalam wilayah pengaruh Kesultanan Banjarmasin. Tanggal 1 Januari 1817 Raja Banjar Sultan Sulaiman menyerahkan Sintang kepada Belanda. Tahun 1823 kontrak Sultan Sintang dengan Hindia Belanda. Tanggal 4 Mei 1826, Sultan Adam dari Banjarmasin menyerahkan Sintang kepada Hindia Belanda. Menurut Staatsblad van Nederlandisch Indië tahun 1849, wilayah ini termasuk dalam wester-afdeeling berdasarkanBêsluit van den Minister van Staat, Gouverneur-Generaal van Nederlandsch-Indie, pada 27 Agustus 1849, No. 8. Sekarang ini Kabupaten Sintang dihuni 34 suku Dayak.







































 

Rabu, 27 Januari 2016

Galeri Foto Lukisan Gua di Muna, Selayar, Sulawesi Tenggara

Galeri Foto Situs Gua Masa Prasejarah di Kabupaten Muna Sulawesi Tenggara
Dokumentasi Tahun 1986
Gua-gua ini merupakan situs purbakala yang dilindungi dan dilestarikan oleh pemerintah selain itu gua ini pun menjadi tempat pariwisata dan penelitian kepurbakalaan. Di Kabupaten Muna, Provinsi Sulawesi Tenggara, terdapat gua-gua masa prasejarah diantaranya, Liang kobori dan Liang Metanduno merupakan salah satu gua alam, Gua ini terkenal karena adanya lukisan-lukisan yang terdapat pada dinding gua. Lukisan-lukisan ini merupakan salah satu lukisan yang dibuat oleh para manusia purba, selain gua serupa yang terdapat di didaerah lainnya di Indonesia  atau gua serupa yang berada dimancanegara seperti di Prancis dan Spanyol. Gua ini terletak kurang lebih 10 km dari pusat kota Raha melalui jalan poros Raha-Mabolu, tepatnya diperbatasan antara Desa Bolo dan Desa Masalili, Kecamatan Lohia. Untuk mencapainya, kita dapat menggunakan kendaraan Umum ataupun kendaran pribadi selama kurang lebih 1 Jam perjalan. Tetapi untuk mencapai bibir gua tidak semudah yang dikira, kita perlu memasuki lorong lagi sejauh ± 2-3 Km dengan akses jalan yang kurang memadai, tetapi kita akan tetap terpukau dengan keindahan alam disekitar jalan masuk. Ketika memasuki areal situs peninggalan liang Kobori dan Metanduno, gua pertama yang kita temui adalah gua Metanduno. Gua Metanduno merupakan gua alam yang kita jumpai terlebih dahulu sebelum gua  Kobori. Pada gua ini kita dapat melihat berbagai hasil peninggalan manusia pra sejarah, misalnya saja lukisan-lukisan hewan pada dinding gua serta asap yang menurut pemandu, sebut saja La Ode Samada, merupakan asap sisa kegiatan masak memasak yang dilakukan oleh manusia pra sejarah. Menurut Pemandu, gua ini disebut sebagai gua Metanduno sebab kebanyakan motif yang ditemukan pada gua ini merupakan motif hewan bertanduk, dalam bahasa Muna tandu berarti tanduk.