Senin, 04 April 2016

Situs Penguburan Prasejarah di Gilimanuk, Bali

Dokumentasi Foto Tahun 1985
Situs Gilimanuk tidak dapat dilepaskan dari peran dan sekaligus pelopor penelitian situs ini, yaitu Prof. Dr. R.P. Soejono yang pada waktu itu menjabat sebagai Kepala Cabang Dinas Purbakala di Bedaulu, Bali. Informasi awal tentang keberadaan situs ini bermula dari hasil laporan para pekerja DPU pada 1961 yang sedang melakukan pembuatan jalan raya antara Gilimanuk – Singaraja (di Dukuh Cekik, sekitar 6 km dari Gilimanuk) di mana mereka menemukan sejumlah besar pecahan periuk (kereweng) dan beberapa beliung persegi. Atas dasar laporan tersebut, kemudian pada 1962 dilakukan penelitian penjajagan di sekitar Dukuh Cekik namun hasilnya dinilai kurang memuaskan, sehingga pada 1963 kemudian penelitian diperluas dan dialihkan ke daerah pinggiran pantai (teluk) Gilimanuk. Dari hasil penelitian tersebut telah ditemukan sejumlah fragmen tulang-tulang manusia dan hewan, berbagai macam kereweng berhias dan polos, serta benda-benda logam dan manik-manik yang didapatkan secara berserakan pada salah satu tebing pinggiran pantai yang sedang mengalami pengikisan (Soejono 1977).







































Kamis, 31 Maret 2016

Situs Terjan Kabupaten Rembang, Jawa Tengah

Dokumentasi Foto Tahun 1977
Terjan adalah desa di Kecamatan Kragan, Rembang, Jawa Tengah
Di desa Terjan, banyak ditemukan tinggalan masa megalitik dan juga masa Hindu-Budha  (masa arkeologi Klasik) antara lain:





























Rabu, 30 Maret 2016

Situs Gunung Padang, Cianjur, Jawa Barat

Galeri Foto Situs Gunung Padang, Cianjur, Jawa Barat
Dokumentasi Foto Tahun 1985.
Situs Gunung Padang merupakan situs prasejarah peninggalan kebudayaan Megalitikum di Jawa Barat Tepatnya berada di perbatasan Dusun Gunungpadang dan Panggulan, Desa Karyamukti Kecamatan Campaka Kabupaten Cianjur Lokasi dapat dicapai 20 kilometer dari persimpangan kota kecamatan Warungkondang dijalan antara Kota Kabupaten Cianjur dan Sukabumi. Luas kompleks utamanya kurang lebih 900 m², terletak pada ketinggian 885 m dpl, dan areal situs ini sekitar 3 ha, menjadikannya sebagai kompleks punden berundak terbesar di Asia Tenggara.